Langsung ke konten utama

Budaya Kudus Buka Luwur - Budaya

Halo kawan... Pada kesempatan kali ini saya akan memberitahukan kepada kalian tentang salah satu budaya Kudus, yaitu Buka Luwur. Oke, tanpa berbasa-basi lagi, saya akan mulai menjelaskan tentang  Buka Luwur.

Buka luwur adalah salah satu budaya Kudus yang berkaitan dengan agama Islam dan disesuaikan dengan tradisi setempatBuka luwur merupakan upacara peringatan wafatnya sunan Kudus atau disebut dengan Khaul yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Muharram atau 10 Syura karena tanggal tersebut dianggap keramat. Akan tetapi menurut seorang sesepuh Kudus yang menjadi ulama yang disegani oleh masyarakat Kudus, yaitu KH. Ma’ruf Asnawi yang telah berusia kurang lebih 90 tahun mengatakan bahwa upacara Buka Luwur itu sebenarnya adalah dalam rangka Khaul Mbah Sunan Kudus, yang memang tanggal 10 Muharram atau 10 Syura adalah tanggal wafat beliau.

Proses upacara Buka Luwur diawali dengan penyucian keris yang diyakini sbg milik Sunan Kudus pada akhir bulan sebelum bulan Syura. Pada tanggal 1 Syuro, kain putih penutup makam atau yg biasa disebut luwur Sunan Kudus dilepas/dicopot. Pada tanggal 10 Syuro setelah sholat subuh dimulailah pergantian luwur yang diawali dengan pembacaan Al Quran dan tahlil yang hanya dilakukan oleh para kyai lalu luwur dipasangkan di makam Sunan Kudus. Bersamaan dengan pemasangan luwur, diadakan pembagian nasi dan daging matang yang dibungkus dengan daun jati yang dinamakan Nasi Jangkrik. Para warga yang sudah datang ke area makam Sunan Kudus bersusah payah untuk mendapatkan nasi jangkrik karena dianggap memiliki berkah dan khasiat. Upacara berakhir setelah penggantian luwur dan  pembagian nasi jangkrik selesai.


Masyarakat Kudus memaknai Buka Luwur sebagai peringatan wafatnya seorang wali . Hal ini berbeda dengan pandangan ulama’ Kudus yang menyatakan bahwa peringatan Buka Luwur tidak semata sebagai peringatan wafatnya seorang wali. Karena wafatnya seorang wali tidak jelas kapan tanggalnya. Biasanya peringatan mempunyai nilai yang cukup tinggi yaitu dikaitkan dengan  meneladani nilai-nilai dari perjuangan para wali dalam hidup bermasyarakat. Karena dalam acara buka luwur ini juga dilaksanakan pengajian umum yang mengulas perjalanan rohani wali setiap langkahnya. Sehingga diharapkan masyarakat mampu mengimplementasikan nilai-niliai yang dijalankan oleh wali dalam kehidupan sehari-hari.


Mungkin sekian penjelasan dari saya. Terimakasih sudah mampir :)


sumber : Berbagai website

Komentar

Posting Komentar